Disajikan di Dalam Bambu

Ini dia bentuk penyajian masakan yang unik dari kekayaan kuliner Indonesia yaitu menyajikan makanan di dalam bambu. Ya, makanan ini dimasak dan disajikan dengan menggunakan bambu. Banyak jenis masakan Nusantara yang memanfaatkan media bambu sebagai alat masak sekaligus tempat penyajiannya. Intinya makanan tersebut di masukkan dalam tabung bambu kemudian bambu tersebut di bakar atau dipanggang sebagai proses pematangan.
Konsep seperti ini bisa ditemukan dalam sajian masakan khas Manado dalam bentuk Nasi Jaha, Ayam Bakar Bambu khas Palu, Pa’piong makanan khas Toraja, dan masih banyak lagi. Yang jelas apapun jenis makanannya, olahan dengan bambu ini bikin ketagihan dan lain
rasanya.
Menyajikan Makanan dengan Trik Piring Bersusun
Mungkin, cara penyajian makanan yang satu ini hanya dipakai di rumah makan Padang. Uniknya, makanan ini ditata dalam sebuah etalase kaca dengan cara menumpuknya hingga tinggi. Tidak hanya itu, cara penyajian pada pelanggan pun dilakukan dengan cara serupa. Pelayan yang pada umumnya pria akan menyusun piring berisi aneka makanan di tangannya hingga membentuk gunungan makanan, barulah disajikan pada pelanggan.
Penyajian Makanan Beralaskan Daun
Penyajian makanan yang satu ini sudah menjadi hal yang umum terlihat di berbagai daerah di Indonesia. Biasanya, daun yang digunakan sebagai pengganti piring ini adalah daun jati, daun teratai, dan yang paling umum yakni daun pisang. Selain sebagai alas makan, daun ini khususnya daun pisang juga sering digunakan untuk membungkus makanan atau kue seperti pepes ikan, pepes tahu, kue nogosari dan lain-lain. Ternyata, makan dengan beralaskan daun ini memiliki manfaat tersendiri di antaranya membuat sehat, ramah lingkungan, dan tentu lebih praktis. Penyajian makanan dengan menggunakan daun ini juga bisa kamu temukan di India.
Menyajikan Makanan dalam Bentuk Tumpeng
Cara penyajian makanan dengan membuatnya menjadi tumpeng biasanya dilakukan dalam acara-acara khusus seperti hajatan atau syukuran. Umumnya tradisi ini sering dilakukan oleh masyarakat Jawa dan juga Bali sebagai syarat atas hajatan yang mereka buat.
Secara umum tumpeng ini terbuat dari nasi kuning yang dibuat gunungan kerucut dengan menggunakan cetakan. Tumpeng ini diletakkan ditengah nampan atau tampah sebagai tempat penyajiannya. Sebagai pelengkapnya disekeliling nasi tumpeng ini akan ditambahkan kerawon dan juga ayam goreng setelah itu barulah nasi dimakan beramai-ramai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar